
SUMBERPUCUNG, MALANG – Di tengah gempuran arus informasi digital yang tak terbendung, SMP Negeri 1 Sumberpucung mengambil langkah strategis untuk membenteng moral siswanya. Melalui kegiatan Pondok Ramadhan 1447 H, sekolah yang akrab disapa Pelita ini meluncurkan program inovatif bertajuk “PAIS LOVE”. Program ini bukan sekadar ceramah , melainkan sebuah manifestasi kasih sayang dan nilai-nilai luhur yang dikemas secara modern untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan siswa-siswi. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menjadi sorotan karena berhasil mengawinkan nilai-nilai spiritual tradisional dengan kecakapan teknologi masa kini. Dengan semangat “PAIS LOVE”, para siswa diajak untuk mengeksplorasi makna cinta dalam lima dimensi utama: Rasul, Ilmu, Lingkungan, Tanah Air, dan Digital. Strategi ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga unggul secara sosial dan Intelektual. Materi pertama siswa diberikan pemahaman bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah. Guru-guru penguji menekankan bahwa tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Dengan “Cinta Ilmu”, diharapkan motivasi belajar siswa tetap terjaga meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Sejalan dengan kampanye sekolah adiwiyata, materi ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Para siswa melakukan aksi nyata dengan menjaga kebersihan kelas dan taman sekolah. Hal ini merupakan bentuk ketaqwaan dalam menjaga ciptaan Allah SWT dari kerusakan (kerusakan lingkungan). Pondok Ramadan di SMPN 1 Sumberpucung juga menyisipkan nilai nasionalisme.




Siswa diajarkan bahwa mencintai negara adalah bagian dari perintah agama. Materi ini krusial untuk mencegah masuknya paham-paham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan bangsa di kalangan remaja. Menyadari bahwa siswa kelas 9 dan jenjang lainnya adalah digital native, sekolah memfasilitasi pembuatan Mading Ramadhan Digital. Menggunakan platform desain Canva, siswa diminta membuat pesan-pesan dakwah visual yang estetik dan informatif. Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembiasaan pagi yaitu membaca asmaul husna, membaca surat pendek, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembiasaan pagi diakhiri dengan membaca visi misi sekolah. Setelah itu, siswa memasuki sesi materi yang disampaikan oleh para Bapak dan Ibu Guru pemateri dengan cara yang tidak membosankan. Penggunaan media audiovisual membuat materi yang diberikan terasa lebih hidup. “Saya senang karena Pondok Ramadhan kali ini gak cuma duduk dengerin ceramah. Tapi kami diajak bikin karya digital. Jadi merasa lebih relevan dengan hobi kami yang suka main gadget, tapi sekarang gadgetnya dipakai buat hal yang berpahala,” ujar salah satu perwakilan siswa kelas 9. Kegiatan Pondok Ramadhan “PAIS LOVE” di SMPN 1 Sumberpucung ditutup dengan evaluasi bersama. Melalui program ini, sekolah berharap benih-benih kebaikan yang ditanamkan selama bulan puasa dapat tumbuh subur dan menjadi karakter permanen bagi siswa. Dengan diadakannya kegiatan Pondok Romadhon di SMPN 1 Sumberpucung kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang progresif namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius.
