SUMBERPUCUNG — SMPN 1 Sumberpucung kembali menggelar kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan yang dinanti-nanti oleh para peserta didik, yaitu Perkemahan Kamis-Jumat (Perkaju). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 3–4 September 2026 ini dipusatkan di bumi perkemahan lingkungan sekolah dengan diikuti oleh seluruh siswa kelas VII secara antusias.
Mengusung tema kedisiplinan dan kebersamaan, Perkaju bertujuan untuk melatih kemandirian, memperkuat solidaritas antar-siswa, serta menanamkan nilai-nilai luhur Satya dan Darma Pramuka bagi para peserta didik baru di lingkungan sekolah.
Rangkaian Kegiatan yang Edukatif dan Kreatif
Sejak hari pertama pembukaan pada Kamis pagi, suasana semangat sudah terlihat dari barisan tenda para peserta didik kelas VII. Berbagai agenda menarik telah disiapkan oleh pihak pembina pramuka dan pengurus OSIS, di antaranya:
1. Upacara Pembukaan: Resmi dibuka oleh Kepala SMPN 1 Sumberpucung selaku pembina apel, yang berpesan agar seluruh peserta kelas VII mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kesehatan.
2. Lomba Ketangkasan Pramuka (LKP): Meliputi lomba PBB (Peraturan Baris-Berbaris), sandi, semboyan, serta hasta karya dari barang bekas yang menguji kreativitas regu.
3. Jelajah Alam (Tracking): Menyusuri rute sekitar kawasan Sumberpucung yang mendidik siswa untuk cinta lingkungan dan kerja sama tim dalam memecahkan pos-pos tantangan.
4. Api Unggun dan Pentas Seni: Acara puncak di malam hari yang berlangsung meriah. Setiap regu kelas VII menampilkan kreativitas seni mulai dari teater, yel-yel kreatif, hingga pertunjukan akustik di sekeliling hangatnya api unggun.

Membentuk Profil Pelajar Pancasila
Kepala SMPN 1 Sumberpucung menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Perkaju tahun ini. Menurutnya, kegiatan kepramukaan di alam terbuka merupakan wadah yang sangat efektif untuk melatih mental, kepemimpinan, serta memperkuat karakter profil pelajar Pancasila bagi siswa kelas VII di luar ruang kelas formal.
“Melalui perkemahan ini, para siswa kelas VII tidak hanya belajar teori kepramukaan, tetapi langsung mempraktikkan arti kedisiplinan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya. Rangkaian kegiatan Perkaju akhirnya resmi ditutup pada hari Jumat pukul 12.00 siang melalui upacara penutupan, dirangkai dengan pengumuman regu tergiat dan pembagian hadiah lomba. Seluruh peserta tampak lelah namun bahagia, membawa pulang pengalaman berharga dan kenangan indah bersama teman-teman seangkatan di awal masa adaptasi mereka di SMP
