SUMBERPUCUNG, MALANG – Memasuki penghujung tahun ajaran, SMP Negeri 1 Sumberpucung (Sumpu) menyelenggarakan rangkaian Ujian Praktik bagi seluruh siswa kelas 9. Kegiatan yang berlangsung selama lebih dari sepekan ini bukan sekadar rutinitas akademis, melainkan ajang pembuktian kompetensi siswa dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari selama tiga tahun di bangku sekolah menengah pertama. Kepala Sekolah SMPN 1 Sumberpucung menegaskan bahwa ujian praktik ini merupakan salah satu komponen penting dalam penentuan kelulusan. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan pelita tidak hanya cerdas secara kognitif di atas kertas, tetapi juga memiliki keterampilan teknis, karakter yang kuat, dan kesiapan mental untuk melangkah ke jenjang berikutnya,” ujarnya di sela-sela pemantauan ujian. Di laboratorium IPA, Fokus utama dalam Ujian Praktik IPA tahun ini adalah pengujian makanan. Siswa dituntut teliti dalam mengamati perubahan, yang merepresentasikan pemahaman mereka terhadap konsep mata pelajaran yang diajarkan. Bergeser ke laboratorium komputer,suara ketukan papan tik memenuhi ruangan. Ujian Praktik TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) menitikberatkan pada kemahiran mengetik cepat dan tepat. Di tengah tuntutan digitalisasi, kemampuan administrasi dasar ini dinilai krusial bagi siswa sebelum memasuki dunia sekolah tingkat lanjut baik SMA atau SMK. Aspek spiritualitas menjadi poin utama dalam Ujian Pendidikan Agama Islam (PAI). Bertempat di masjid sekolah, siswa satu per satu mempraktikkan tata cara wudhu dan sholat dengan benar. Penguji memberikan penilaian mendalam pada ketepatan gerakan serta kefasihan bacaan, sebagai bentuk penguatan karakter religius siswa. Sementara itu, pelestarian budaya lokal tetap menjadi prioritas melalui Ujian Bahasa Daerah. Para siswa unjuk kebolehan dalam nembang atau menyanyikan lagu tradisional Jawa. Selain itu, dalam aspek literasi, Ujian Bahasa Indonesia menantang siswa untuk menuangkan kreativitas dalam bentuk penulisan cerita pendek (cerpen), yang mengasah kemampuan narasi dan diksi mereka. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pelaksanaan Bazar IPS. Halaman Outdoor SMPN 1 Sumberpucung disulap menjadi pasar kreatif di mana siswa belajar berwirausaha secara langsung. Mereka mengelola unit usaha kecil, mulai dari perencanaan produk, penentuan harga, hingga strategi pemasaran kepada warga sekolah. Praktik ini bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Di bidang seni siswa diuji praktek menggambar potret manusia berupa potret wajahnya sendiri yang mengandalkan detail anatomi dan teknik arsir. Sedangkan pada mata pelajaran PJOK , siswa mengikuti ujian lari jarak jauh di lintasan luar sekolah melewati sawah, sungai kecil, dan kuburan daerah sekitar desa Pakel untuk mengukur tingkat kebugaran masing-masing siswa. Rangkaian ujian praktik ini diharapkan dapat menjadi memori kolektif yang positif bagi para siswa kelas 9 SMPN 1 Sumberpucung. Dengan selesainya tahap praktik ini, para siswa kini mulai memfokuskan diri pada persiapan ujian tulis nasional dan administrasi kelanjutan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
